Ahad, 18 Ogos 2013

IDEA ANWAR: KERAJAAN PERPADUAN?



TETIBA SAJA ANWAR NAK KERAJAAN PERPADUAN? APA NIATNYA SEBENAR? ADA KEMUNGKINAN ANWAR TIDAK AKAN BERJAYA MENAMBAH KERUSI ATAU MOMENTUM PRU AKAN DATANG, KERANA SATU PERSATU FITNAH DAN PEMBOHONGANNYA MULA TERDEDAH KEPADA AWAM. SATU LAGI FAKTOR YANG MUNGKIN IA BERMINAT NAK BUAT KERAJAAN PERPADUAN. IAITU, UMURNYA!!

Rabu, 14 Ogos 2013

ANWAR SENYAP JER!!!


SANA-SINI KECOH PEMBUNUHAN BERSENJATA DAN PENGHINAAN KEPADA RAJA DAN AGAMA. TAPI SEORANG NI, TAK ADA MENGELUARKAN SEBARANG KOMEN. SENYAP JER!!! TAK HERAN KE SEMUA RAKYAT MALAYSIA?



Jumaat, 9 Ogos 2013

KHAS KEPADA PEMIMPIN :Berbuatlah ADIL, Tuhan akan menolong kamu








Hendaklah Berlaku Adil dan Berbuatlah dengan Berimbang dan Adil - Yang berarti Dekat pada Taqwa; Allah Taala pun akan memberkati kehidupan Saudara, keluarga dan Istri serta Anak-anak Saudara; dan juga untuk Kesejahteraan Rakyat keseluruhannya.

Nasihat penting kepada Pemimpin Negara dan Pemimpin Keluarga. Agar maqbullah doa Saudara dan dikabulkan-Nya doa-doa orang yang berdoa dan yang mendoakan Saudara.
Wa laqad taqrabuu maal yatiimi illaa bil latii hiya ahsanu hatta yablugha asyuddahuu wa auful kaila wal miizaana bil qisthi laa nukallifu nafsan illa wus'ahaa wa idzaa qultum fa'diluu wa lau dzaa qurbaa wa bi'ahdillaahi aufuu dzaalikum washshaakum bihii la'allakum tadzakkaruun (Al An'aam, 6:153).

"Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim kecuali dengan cara yang terbaik sampai ia mencapai kedewasaannya. Dan penuhilah ukuran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memberi beban kepada suatu jiwa kecuali menurut kemampuannya. Dan apabila kamu berkata, hendaklah berlaku adil walaupun itu berkaitandengan seorang kerabat; dan sempurnakanlah janji dengan Allah. Demikianlah Dia, Allah telah memerintahkan kepada kamu perihal itu supaya kamu mendapat nasihat".

Ya yyuhal ladziina aamanuu kuunuu qawwaamiinal lillaahi syuhadaa-a bil qisthi wa laa jajrimannakum syana-aanu qaimin 'alaa alaa ta'diluu huwa aqrabu lit taqwaa inal laaha khabirun bi maa ta'maluun (Al-Ma'idah, 5:9).

Hai orang-orang yang beriman, hendklah kamu berdiri teguh karena Allah, menjadi saksi dengan adil; adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah. Seungguhnya Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan. 

Tentang keharusan berbuat dan berlaku adil ini bacalah juga firman Tuhan lainnya:
An-Nisaa, 4:59, ...... apabila kamu menghakimi di antara manusia, hendaklah kamu memutuskannya dengan adil .......
An Nahl, 16:91 ...... Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat kebaikan dan memberi kepada kaum kerabat, dan melarang .......
Shad, 38:27, Hai Daud, ....... hakimilah di antara manusia dengan adil .......
Asy-Syuura, 42:16, ....... aku diperintahkan untuk berbuat adil di antara kamu .......

Dengan janji ganjaran ari pada-Nya:
Wa 'adallaahul ladziinaaamanuu wa 'amilush shaalihaati lahum maghfiratuw wa ajrun 'azhiim (Al Maa'idah, 5:9).
Allah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, bagi mereka ada ampunan dan ganjaran yang besar.
Jadi bilamana orang tuanya (dan termasuk mertuanya juga) sudah banyak-banyak berdoa dan mendoakan bagi anak-anaknya tetapi masih dirasakan belum maqbul juga, belum dikabulkan sepenuhnya oleh Allah Yang Maha Kuasa, maka bisa jadi orang yang didoakannya itu belum dapat berlaku adil, belum dapat berbuat adil kepada seluruh keluarga dan kerabatnya. Padahal dengan suatu pernikahan itu, ini contohnya, maka mereka sekarang berada dalam satu keluarga yang lebih besar; ibunya sekarang menjadi dua, bapaknya pun dua, kakak-kakak dan adiknya menjadi dobble, sehingga yang harus diperhatikannya itu bertambah banyak, dan keadilan atau perimbangan itulah yang harus diperhatikan, walaupun tidak harus persis sama, satu dengan satu, atau dua dengan dua - tetapi berimbanglah sedapat mungkinnya -. Perbuatan semacam begitulah yang dikatakan sebagai dekat kepada takwa, dekat kepada Allah Taala dan takut kepada Tuhan, sehingga Allah pun akan ridha kepadanya, kepada keluarganya, dan insya Allah akan terkabullah doa-doa dan keinginannya, serta doa-doa dan keinginan yang baik dari orang tua yang mendoakannya itu.

Bilamana seorang suami itu adalah Pemimpin dalam satu keluarga kecil, maka demikian pulalah seharusnya para Pemimpin sebuah Negara, yang harus dapat berbuat adil dan menjaga keadilan di antara rakyatnya, sehingga kesejahteraan itu akan dapat dinikmati oleh segenap rakyat dan bangsa.

Syarat lain untuk maqbulnya doa ialah bahwa baik orang yang berdoa dan juga orang yang didoakannya itu, harus menghindarkan diri dari sifat yang tidak diridhai Tuhan, seperti perasaan curiga dan buruk sangka, perasaan iri hati, greedy, rasa dipilih kasih,seperti umpamanya terhadap apa yang dimiliki oleh otang tuanya. Sifat-sifat demikian dapat juga menjadi penyebab belum terkabulnya doa-doanya, dan doa-doa dari orang yang mendoakannya.

Ada satu contoh nyata ilustrasi dari satu keluarga dekat kami; suami-istri keduanya merupakan keluarga pengusaha menengah - interpreneur, istrinya Islamy tulen, suaminya hanya 10-15% Islamy (seperti jarang shalat dll), yang dapat dikatakan suksesjuga. Anak-anaknya 4 perempuan dan 2 laki-laki, yang merupakan keponakan kami, semuanya dididik dan dibina dan dibantu menyadi pengusaha, tetapi tidak disuruh mengejar gelar sarjana. Akhirnya mereka semua menikah dan juga semuanya tidak mendapatkan pasangan yang sarjana penuh.

Yang membuat saya keheranan ialah bahwa selama ibu-bapaknya itu masih hidup, mereka, anak-anak dan menantunya itu, dalam usaha dan perusahaannya tidak begitu sukses, bahkan boleh dikatakan banyak babak-belurnya. Saya yakin, bahwa ibunya yang mukhlis itu tentu sudah banyak mendoakan dan membantu anak-anaknya itu, tetapi sebegitulah keadaannya.

Namun setelah ibunya tiada (tahun 1997), kemudian setelah bapaknya juga menyusul (tahun 2001), eh tahu-tahu hampir semua anak-anak ini maju pesat di dalam usaha dan bisnisnya; inilah yang membuat saya heran, mengapa? Ada yang dalam usahanya itu memperkerjakan 60 orang karyawan, dengan 4 orang Dokter, padahal Bossnya khan bukan sarjana? Bahkan omzetnya bisa mencapai Rp. 600 juta/ bulannya???

Jawabannya baru terungkap sekarang, ilmu ini didapatkan pada awalJanuari tahun 2009 ini, dengan mendasarkan pada firman Tuhan dalam Surat Al Qashah (28:56):

Innaka laa tahdii man ahbabta walaakinnallaaha may ysyaa-u wa huwa a'lamu bil muhtadiin.
Sesungguhnya engkau (Nabi saw. dan para pengikutnya juga) tidak dapat memberi petunjuk (termasuk mendoakan) kepada siapa yang engkau kasihi - yang engkau sukai dan cintai - tetapi Allah memberi petunjuk - untuk kesuksesannya - kepada sia yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui siapa orang-oang yang mendapat petunjuk itu.

Maka bisa jadi, selama orang-tuanya itu masih hidup, yang tentu saja memiliki harta kekayaan dan aset perusahaan; nah jika pada anak-anaknya itu terdapat sifat greedy, hasud, cemburu, buruk sangka, iri satu sama lain, atau merasa dipilih kasih, serta merasa di-zhalimi dan/atau ada sifat membangkang dan menentang pada ortunya, maka inilah yang dapat membuat mereka itu jauh dari Tuhan. Tetapi, setelah kedua orang tuanya itu meninggal, dan semua harta dan set perushaannya sudah dibagi-bagi, maka perasaan buruk sngka kepada orang tuanya itu pasti tidak ada lagi, dan tidak ada lagi yang mengincar harta ortunya. Maka dengan berbekal inilah, kemudian mereka berjuang sendiri-sendiri, menjalankan usahanya dengan serius dan sudah tidak mengandalkan bantuan dari ortunya sendiri, sehingga memperoleh sukses yang besaaaar.
Tetapi, inihanyalah teori dari saya saja.

Teapai itulah fakta kenyataannya, yang kadang-kadang membuat perasaan hampir putus asa, mengapa sebagai ortu itu, yang sudah bertahun-tahun berdoa, dalam tahajjud juga, dengan berpuasa juga, namuuun ....... hanya sedemikianlah keadaannya .....

Jadi, barangkali itulah rahasianya!

Lihat juga ayat-ayat yang berkaiatan dengan kemakbulan doa dan petunjuk bagi orang-orang yang kita kasihi dalam Surah-surah:

Yusuf, 12:103, Dan kebanyakan orang tidak mau beriman, walaupun engkau menginginkannya (dan mendoakannya).

An Nahl, 16:37, Jika engkau sangat berhasrat supaya mereka mendapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang menyeleweng - dari jalan yang diridhai Allah - dan, yang bagimereka itu tidak ada penolong.

BY marsela

Selasa, 6 Ogos 2013

ULAMA vs NABI ALLAH


by marsela


Bismillahirrahmanirrahiim

ULAMA versus NABI ALLAH, apakah karena “IRI”. Ini perlu dibuktikan!
Sesuai do’a keinginan Nabi Ibrahim a.s. (QS 2:129) agar dari keturunan Nabi Ismail diturunkan seorang Nabi, yang akan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah, serta mensucikan mereka.

Doa tadi adalah bahwa agar seorang Nabi didatangkan untuk mengajarkan kepada orang-orang tentang kebijaksanaan dan hikmah, yang Nabi itu akan datang untuk menegakkan keadilan dan mengajarkan kepada orang-orang untuk berlaku adil dan berbuat keadilan, serta mensucikan diri mereka, rohani dan zahirnya..

Ulama yang pemimpin agama memang bisa dan biasa mengajarkan kepada umat tentang Al-Qur’an dan Hadits, tetapi untuk mengajarkan hikmah, kebijaksanaan untuk berbuat adil dan menegakkan keadilan inilah yang harus dibuktikan oleh amalan mereka, namun yang jelas Allah SWT secara khusus menugaskan ini kepada Nabi yang utusan-Nya, dan tidak menyebutkan ulama secara umum begitu saja untuk tugas membina spiritual dan kesucian rohaniah terutamanya. Orang yang punya sifat iri, dengki suka memusuhi orang, berburuk sangka, akan jauh dari kesucian dirinya sendiri.

Demikian juga di dalam Surah An-Nisaa ayat 69 dengan secara jelas bahwa ada janji Tuhan untuk menunjukkan jalan yang lurus kepada orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Muhammad saw. itu dengan hasil ada 4 macam derajat kenikmatan yang dapat diraih oleh orang-orang yang taat ini yaitu: Nabi-nabi, para Shiddiqin, para Syuhada dan orang-orang yang shaleh. Maka ulama pun, hanya yang dapat masuk ke dalam ke-4 kategori derajat inilah, seperti, setidaknya menjadi orang yang shaleh, maka ia pun akan dianggap mampu bisa membimbing orang-orang ke jalan yang lurus, dengan kualifikasi mampu mengajarkan Al-Qur’an, Hadits, mengikuti Sunnah Nabi saw. dan bisa berbuat adil, bisa mengajarkan keadilan dan punya rasa kebijaksanaan, bisa mengajarkan hikmah, punya kualifikasi untuk bisa mengajak orang-orang pada kesucian dirinya.
Orang berilmu, ulama, ialah orang yang takut, taat kepada Allah (35:28), sehingga dapat masuk kategori 4:69.

ULAMA melawan setiap NABI ALLAH, itu sudah ditakdirkan dalam sejarah, karena “IRI”. 
Nabi Isa, Jesus Kristus a.s. yang Utusan Allah pun di-zhalimi oleh ulama-ulama orang Yahudi karena merasa iri atas kemasyhuran dan banyak mukjizat yang diperlihatkan oleh Nabi Isa a.s.; Nabi Isa a.s. diadukan ke hadapan Pengadilan Roma secara dipaksakan untuk dihukum salib karena dituduh hendak mendirikan Kerajaan (Kerajaan Tuhan), sehingga Hakim Pilatus pun cuci tangan, tidak turut campur dengan kehendak atau pemaksaan ulama untuk menyalib Nabi Allah ini.

Hentikan Kezaliman dan Permusuhan Sesama Islam










Sepertimana yang telah diperkatakan sebelum ini bahawa proses kebangkitan Islam yang dijanjikan oleh Allah swt sering terhambat disebabkan oleh perbuatan umat Islam sendiri. Ada sesuatu yang dibenci oleh Allah swt, di antaranya adalah perpecahan dan permusuhan sesama umat Islam. Kesalahan ini merupakan antara dosa yang telah dan sedang menimbulkan kemurkaan Allah swt yang amat besar. Umat Islam hari ini mempunyai amalan keji yang amat tidak disukai Allah swt seperti amalan dusta dan fitnah serta kekerasan bagi tujuan menjatuhkan saudara seagamanya. Disamping itu, sebilangan umat Islam begitu mudah menggunakan kata-kata menyesat dan mengkafirkan kelompok Islam yang lain jika pendapat dan pandangan pihak lain tidak selari dengan pendapat dan pandangan mereka. Bagi memperkukuhkan dakwaan tersebut pelbagai fitnah direka-rekakan. Islam memandang keji terhadap fitnah memfitnah sehingga mengumpamakan dosa memfitnah itu lebih merbahaya daripada perbuatan membunuh, “... dan fitnah itu lebih besar bahayanya daripada pembunuhan...” (Al Baqarah : 192).

Sememangnya fitnah memfitnah merupakan senjata yang paling kotor kerana kemampuannya mengakibatkan pergaduhan, pembunuhan dan  kerosakan yang tidak disenangi oleh Allah swt. Malah Nabi Muhammad saw juga pernah bersabda bahawadusta adalah ibu kepada kejahatan kerana satu dusta akan melahirkan lebih banyak dusta untuk menutupi dusta-dusta yang sebelumnya. Ini adalah di antara dosa-dosa umat Islam yang telah menimbulkan kemurkaan Allah swt kerana menyuburkan kebencian, prasangka buruk, permusuhan, ketidakadilan, penganiayaan dan kezaliman sesama Islam. Dosa ini yang menyebabkan permusuhan sesama Islam menjadi semakin besar dan telah menghalang umat Islam daripada bersatu, pada hal ajaran Islam telah meruntuhkan semua tembok pemisah bagi membentuk ukhuwah Islamiyah. Atas dasar itu, Allah swt memberi pelbagai perintah dan peringatan kepada umat Islam untuk menyelamatkan mereka daripada permusuhan sesama sendiri dan mengelakkan orang Islam menjadi pengikut kepada golongan yang dimurkai Allah swt.

Karakter Seorang Pemimpin Islam



Seorang pemimpin wajib menyedari bahawa segala tanggungjawab yang dilaksanakannya bagi sebuah negara Islam adalah tertakluk kepada roh keislaman dan dia mesti berani menerapkan perlaksanaannya dalam semua institusi pemerintahan dan pentadbiran. Pemerintah yang diamanahkan kuasa kepadanya bertanggungjawab memastikan keamanan dapat dinikmati oleh rakyatnya. Agama Islam telah menetapkan pemimpin sebuah negara adalah sama seperti seorang pengembala yang mampu melindungi dan menjaga seluruh binatang ternakannya dari segala macam musibah dan bahaya, serta mampu menyediakan segala keperluan bagi menjamin kesejahteraan binatang ternakannya. Pengembala yang baik memastikan ternakannya tidak merayau-rayau tidak tentu arah, melindunginya dari ancaman serigala, memberi makanan dan kandang yang secukupnya dan melindunginya daripada wabak penyakit. Analogi seorang pemimpin dalam sesebuah negara Islam adalah seperti seorang pengembala yang menjamin seluruh rakyatnya bebas dari konflik, huru hara, gangguan dan penindasan, selamat dari ancaman dan serangan dari luar, menyediakan segala keperluan intelektual dan material. Untuk memastikan kemampuan seorang pemimpin benar-benar memenuhi kriteria seperti seorang pengembala dengan komitmen yang tinggi, Al Qur’an telah menetapkan garis panduan yang wajib dipatuhi dan disempurnakan.

Tidak pula kurang pentingnya, seorang pemimpin mestilah berjiwa rakyat dan rendah hati sepertimana yang dipercontohkan oleh Hazrat Umar ra. Dalam satu kejadian Hazrat Umar ra semasa era kekhalifahan beliau secara kebetulan melihat seorang ibu bersama tiga orang anak di luar kota Madinah tidak mempunyai bahan makanan selama dua hari. Dengan segera Hazrat Umar ra kembali ke Madinah untuk mengambil bahan keperluan makanan dengan memikulnya sendiri untuk diberikan kepada ibu tersebut. Seorang hamba memprotes agar dia sendiri yang memikul bahan makanan tersebut tetapi Hazrat Umar ra menolak sambil berkata, “Tidak dapat dinafikan engkau memang boleh mengangkat barang-barang ini tetapi siapa yang akan mengangkat beban saya di hari akhirat kelak?” Selanjutnya Hazrat Umar ra memikul bahan makanan itu sendiri dan memberikannya kepada ibu berkenaan sambil ibu tadi mengucapkan syukur di atas kebaikannya dan berkata, “Engkau lebih sesuai menjadi khalifah daripada Umar, dia tidak tahu tentang keperluan rakyatnya.” Hazrat Umar ra menjawab dengan lembut dan senyuman, “Baiklah ibu, mungkin Umar tidaklah seburuk seperti yang ibu sangkakan”. Masih adakah seorang pemimpin muslim seperti Umar ra?

Ahad, 4 Ogos 2013

ANWAR: SAMAN-SAMAN!!

Anwar kesal fitnah, buat laporan polis terhadap calon BN


Oleh: Mohd Arif Juhani Ketua Umum KEADILAN, Datuk Seri Anwar Ibrahim membuat laporan polis terhadap bekas calon Umno BN Permatang Pauh, Dr Mazlan Ismail kerana menuduhnya merasuah hakim dan timbalan…(http://www.keadilandaily.com/anwar-buat-laporan-polis-terhadap-calon-bn-kesal-fitnah-di-bulan-ramadhan/)


PETIKAN DARIPADA "KEADILAN DAILY gay"


SIKIT-SIKIT NAK SAMAN, SIKIT-SIKIT NAK SAMAN!!! U ULANG, I SAMAN U!!


ITULAH SEDIKIT TEMURAMAH DARI ANWAR DALAM LAMAN WEB "KEADILAN DAILYgay"

Sabtu, 3 Ogos 2013

KERAJAAN SELANGOR NAK BANTU APA?



Selangor mahu bantu Pusat turunkan kadar jenayah


Kerajaan Negeri memandang berat peningkatan kes jenayah melibatkan senjata api yang semakin berleluasa sejak akhir-akhir ini.
Walaupun tanggungjawab menjaga keselamatan awam adalah di bawah bidang kuasa kerajaan Pusat, namun kerajaan Selangor bersedia untuk menyumbang  sebanyak yang boleh bagi memastikan keselamatan orang awam lebih terjamin ketika berada di tempat-tempat awam.
Kerajaan Selangor sejak beberapa tahun lalu telah memohon kebenaran daripada Polis Diraja Malaysia  (PDRM) untuk menjadikan pasukan penguatkuasa pihak berkuasa tempatan sebagai polis bantuan.
Walaubagaimanapun, permohonan kerajaan Selangor tidak mendapat reaksi yang diharapkan daripada PDRM.
Baru-baru ini, PDRM hanya meluluskan permohonan membenarkan 20 penguatkuasa Majlis Bandaraya Petaling Jaya (MBPJ) sebagai polis bantuan  tetapi kebenaran ini tidak memberi sebarang makna kerana kuasa polis bantuan ini sangat terhad kepada satu tugas sahaja iaitu mengawal bangunan MBPJ.
Justeru, kerajaan Selangor akan memohon sekali lagi kepada PDRM dan Kementerian Dalam Negeri sebagai usaha kita mengadakan kerjasama dengan pihak berkuasa membanteras jenayah termasuk kes melibatkan senjata api.
Kita harap Kementerian Dalam Negeri dan PDRM lebih mengutamakan keselamatan awam dalam membuat pertimbangan terhadap permohonan ini. Justeru, kita bersedia mengadakan perbincangan bersama Menteri Dalam Negeri dan Ketua Polis Negera bagi mencapai kata sepakat dalam perkara ini.
Kerajaan Negeri dari semasa ke semasa menawarkan kesanggupan membiayai kewangan dan tenaga kerja dan kita amat berharap akan menerima maklum balas positif daripada PDRM.
Kerajaan Selangor komited meneruskan pentadbiran yang bersih dan telus di samping mengutamakan keselamatan rakyat agar dapat menjalani kehidupan seharian yang lebih selamat dan terjamin.
Tan Sri Khalid Ibrahim
Menteri Besar Selangor


INILAH KENYATAAN YANG DIBUAT OLEH TAN SRI KHALID GAGAP BARU-BARU NI DI LAMAN WEB KEADILAN DAILY (http://www.keadilandaily.com/selangor-mahu-bantu-pusat-turunkan-kadar-jenayah/).

BERSEMANGAT BETUL! BANTU NAK BINA BANYAK-BANYAK RUMAH URUT DAN KARAOKE-KARAOKE DI SELANGOR.

Jumaat, 2 Ogos 2013

LIM GUAN ENG BOHONG RAKYAT!!


LGE KATA NAK KETELUSAN DAN KEADILAN!!! MALANGNYA DALAM PEMILIHAN PARTI PUN DAH MAIN TIPU DAN BOHONG SANA SINI.

BELUM TAWAN PUTRAJAYA DAH NAK BOHONG DAN TIPU!! KALAU DAH PUTRAJAYA, ENTAH APA YANG AKAN DIBOHONG DAN DITIPU LAGI?

RANCANGAN JAHAT ANWAR





TIDAK KAH RAKYAT MERASA HAIRAN? APABILA ANWAR BERDIAM DIRI SELAMA BEBERAPA MINGGU INI DAN KEMUDIAN MEMBUAT KEMUNCULAN DI AKHBAR BERITA. TETIBA SAJA ANWAR NAK BUAT KETERANGAN RCI. MUNGKIN ADA MUSLIHAT DISEBALIK KESEDIAANNYA NAK MEMBUAT KETERANGAN RCI NANTI.

SEBENARNYA ANWAR NAK ALIHKAN ISU MENGENAI "BANKLEAKS KARPAL/ANWAR " YANG DIDEDAHKAN OLEH DR MAZLAN ISMAIL

ANWAR NAK BUAT KETERANGAN RCI?



KAMU DAH AGAK APA YANG DIA AKAN KATA APABILA MEMBERI KETERANGAN RCI NANTI. SUDAH TENTU BANYAK SPIN CERITANYA NANTI!!

Khamis, 1 Ogos 2013

Mereka (DAP) Semakin KURANG AJAR!!!

Assalamualaikum & Salam Sejahtera

Umum mengetahui yang baru-baru ini yang pengurusan salah sebuah gedung membeli belah terkenal di Melaka telah menyinggung perasaan umat Islam khususnya di Negeri Melaka ini dengan meletakkan pelekat gambar selamat menyambut hari raya aidilfitri yang mengandungi gambar masjid di lantai dalam premis gedung tersebut.


Tindakan pengurusan gedung tersebut yang tidak ditahui apa tujuan sebenarnya telah membangkitkan kemarahan semua umat islam di negara kita dan pelbagai pihak telah menyelar perbuatan bodoh ini. Atas desakan pelbagai pihak, pelekat tersebut telah pun ditanggalkan dan hasil pemantau jebat semalam memang pelekat tersebut telah tiada. Sekalung tahniah jebat ucapkan kepada semua umat islam yang prihatin dan sama-sama "highlight" isu ini sehingga berjaya mendesak mereka agar menanggalkan pelekat tersebut. Inilah hasilnya jikalau umat islam bersatu tanpa mengira fahaman politik. Tapi sayangnya setakat hari ini, jebat dapati hanya umat islam yang pro kerajaan sahaja yang bersungguh-sungguh sedangkan umat islam dikalangan parti pembangkang duduk diam membisu seribu bahasa!!

Pada jebat mereka ini sudah semakin "KURANG AJAR" dan inilah hasil didikan pemimpin mereka yang terang-terang menghina islam. Mana mungkin kita lupa yang pemimpin mereka pernah melangkah serta memijak gambar pemimpin melayu islam walaupun mereka ini dahulunya "sekepala" dengan mereka. Trend ini nampaknya menjadi ikutan para pengikut parti biaDAP ini dan semakin lama mereka semakin "BESAR KEPALA"dan sewenang-wenangnya terus mengina agama islam yang kita anuti ini.





Jebat ingin menegaskan yang mereka ini akan terus melakukan penghinaan secara terbuka begini sekiranya umat islam di negara kita ini terus berpecah belah. Mereka telah menunggu lama untuk perpecahan umat islam terutamanya kaum melayu di negara ini dan mereka akan terus berusaha dengan apa sahaja cara bagi mencapai tujuan mereka itu. Sebagai umat islam jebat ingin mengajak semua agar berfikir secara rasional tentang pentingnya orang melayu bersatu, janganlah nanti "bila nasi sudah menjadi bubur" barulah kita sedar tentang kesilapan kita. fikir-fikirkanlah

masih teringat 14 tuntutan ifc dan tuntutan khalifah LGE


Suara Nurul Izzah Penyambung Lidah IFC

“Bukan suara terasing, tetapi sambungan rentetan kes yang panjang”, begitulah kesimpulan Dr Yusri Mohamad, bekas Presiden ABIM ke-6 ketika mengulas kenyataan Naib Presiden PKR, Nurul Izzah Anwar di Gereja Tabernacle, 3 November.
Yusri membuat kesimpulan itu ketika berdiskusi dalam forum anjuran PERKASA di Kelab Sultan Sulaiman, Kampung Baru, 8 November.
Mengukuhkan lagi hujah, Yusri menceritakan pengalamannya semasa menjadi Presiden ABIM dan Pengerusi Pertubuhan-pertubuhan Pembela Islam (PEMBELA) yang bergelut dengan kes murtad, wanita Melayu bernama Azlina Jailani.
Lina Joy

Kes Azlina Jailani atau lebih dikenali sebagai Lina Joy seperti yang diceritakan rakan Yusri, Azril Mohd Amin bermula pada tahun 2000 apabila wanita Melayu itu ingin menukar identitinya daripada Islam kepada Kristian apabila berkahwin dengan seorang lelaki beragama Kristian.
Pendaftaran perkahwinan Lina Joy menimbulkan masalah kerana di dalam kad pengenalannya tertera perkataan beragama Islam, lalu dipohonnya proses memadamkan identiti dengan permohonan menukar status Kristian kepada Jabatan Pendaftaran Negara (JPN).
Sekali lagi Lina Joy menghadapi masalah kerana JPN tidak dapat meluluskan permohonannya kerana termaktub dalam undang-undang seorang Muslim tidak dibenarkan menukar identiti kepada agama bukan Islam kecuali mendapat kebenaran bertulis daripada Mahkamah Syariah yang mengesahkannya sebagai seorang murtad.
Pada tahun 2001, kes Lina Joy mula meletup apabila wanita Melayu dengan sokongan penuh daripada barisan peguam gereja berusaha mencabar kes itu di Mahkamah Sivil.
Tanpa melalui prosedur sepatutnya, iaitu melalui saluran Mahkamah Syariah, barisan peguam gereja berusaha mencabar kedaulatan Mahkamah Syariah melalui Mahkamah Sivil, sekaligus berusaha merombak status quo Perlembagaan Malaysia dengan harapan, jika Lina Joy menang, kes ini bakal menjadi kes rujukan, ‘precedent case‘ untuk kes-kes murtad yang lain pada masa hadapan.
Seperti diduga, sudah termaktub dalam Perlembagaan, kes Lina Joy akan gagal dari Mahkamah Tinggi hingga Mahkamah Rayuan kerana ia merupakan bidang kuasa Mahkamah Syariah.
Kes ini lebih meletup pada tahun 2006, apabila barisan peguam gereja Lina Joy berusaha mencabar kes tersebut di peringkat perundangan tertinggi di Malaysia iaitu Mahkamah Persekutuan dan ketika itu juga bangkitlah pertubuhan-pertubuhan Islam mempertahankannya dengan menubuhkan PEMBELA.
Malik Imtiaz
Di belakang Lina Joy, berdirinya barisan peguam-peguam gereja yang turut mendapat sokongan daripada The Beckett Fund for Religious Liberty, yayasan dana luar negara, di samping sokongan padu daripada Majlis Peguam Malaysia (Malaysian Bar Council), diwakili oleh Malik Imtiaz Sarwar.
Peliknya, walaupun Majlis peguam hanya berstatus sebagai peguam pemerhati, namun pihak mereka memohon kepada mahkamah untuk berhujah di mana menurut wakilnya, Malik Imtiaz, seseorang Muslim sepatutnya dibenarkan untuk menukar agamanya berdasarkan hak individu yang dijamin dalam Artikel 11 Perlembagaan Persekutuan.
Seorang lagi aktivis Majlis Peguam, Ambiga Sreenevasan pertikai pelaksanaan hukum syariah Perkara 121(1A) Perlembagaan Persekutuan yang berkata penganut Islam tiada bezanya dengan penganut agama lain.
Selain Majlis Peguam, Lina Joy turut disokong oleh 11 wakil NGO yang menghantar wakil mereka mengikuti perbicaraan tersebut. NGO tersebut antaranya, Suara Rakyat Malaysia (SUARAM), Sisters in Islam (SIS), National Human Rights Society (HAKAM), All Women’s Action Society (AWAM), Catholic Lawyers Society, Interfaith Spiritual Fellowship, Malaysian Civil Liberties Society (MCLS), Malaysian Consultative Council of Buddhism, Christianity, Hinduism and Sikhism (MCCBCHS), Women’s Aid Organization (WAO), Women’s Development Collective (WDC) dan lain-lain.
Walaupun menerima sokongan kumpulan gereja dan 11 NGO, namun Mahkamah Persekutuan membuat keputusan menolak rayuan Lina Joy dengan majoriti 2-1.
Nurul Izzah anak Anwar Ibrahim

Yusri, berdasarkan pengalaman peribadinya melihat sendiri trend pergerakan kumpulan pro murtad ini dan berpendapat kenyataan Nurul Izzah di gereja Subang Jaya tiada bezanya dengan kenyataan ayahandanya, Anwar Ibrahim dengan BBC News.
“Malangnya, tidak lama selepas itu, saya melihat di internet, satu rakaman wawancara BBC dengan ayah YB Nurul (Izzah).
“Apabila ditanya oleh wartawan BBC, kalau saudara diberi kuasa, macam mana sikap saudara terhadap keputusan mahkamah yang telah diputuskan baru-baru ini (kes Lina Joy).
“Beliau berkata Mahkamah Persekutuan tidak sepatutnya memutuskan keputusan sebegitu. Dan ditanya lagi adakah Lina Joy ini berhak untuk menukar agamanya, dia (Anwar) menjawab dengan begitu yakin, it is her rights (Itu adalah haknya).
“Inilah sedikit sebanyak telah menjauhkan hati saya (dengannya), walaupun saya bekas Presiden ABIM. Saya Presiden ABIM yang ke-enam, beliau bekas Presiden ABIM yang kedua.
“Kawan tetap kawan, tetapi agama lebih utama dari segala-galanya. Ini bukan isu peribadi, (tetapi) ini isu prinsip”, katanya.

Ini bukan kali pertama kritikan Yusri tentang isu Lina Joy, malah pada 2 Januari 2011, semasa pertemuan tertutup sahabat-sahabat ABIM di rumah Profesor Osman Bakar, bekas Presiden ABIM turut membuat kritikan yang sama di depan muka Anwar Ibrahim.
Dr Hasan Ali yang berforum bersama Yusri turut bersetuju world viewpemikiran Nurul Izzah membayangkan pemikiran Anwar Ibrahim.
“Bagi saya statement yang dikeluarkan Nurul Izzah tadi yang kita dengar..saya tak nampak boleh ada penafian kepada statement ini.
“Daripada Malaysiakini, Malaysian Insider, dipetik dan dipetik..saya dah tonton video itu kali kelima..saya dah tengok satu persatu, tidak ada cara nak tarik balik, nak menerangkan lagi, (kerana) itulah hasratnya, hasrat ayahandanya (Anwar), hasrat dia (Nurul Izzah), hasrat partinya, hasrat kumpulan tiga partinya dalam Pakatan Rakyat, itulah,” katanya.
IFC
Hujah Yusri dan Hasan Ali ada asasnya, di mana pasca keputusan kes mahkamah Lina Joy, Kumpulan 11 NGO pro murtad meneruskan agenda mereka dengan menubuhkan satu NGO baru dinamakan ‘Kumpulan Artikel 11′, yang berjuang atas nama kebebasan beragama di Malaysia.

Manakala Ambiga Sreenevasan, Presiden Majlis Peguam pula menganjurkan Forum Memeluk Islam pada tahun 2008 untuk membuka ruang kebebasan agama dipraktikkan secara telus kepada penganut-penganut beragama Islam.
Adakah satu kebetulan Anwar pula menyokong forum kebebasan beragama anjuran Ambiga itu meskipun ditentang oleh majoriti umat Islam di Malaysia ?
Kemudiannya Majlis Peguam dan Kumpulan Artikel 11 menjelmakan diri mereka sebagai Kumpulan BERSIH yang dipimpin oleh Ambiga dan disokong padu oleh Anwar Ibrahim.
Adakah satu kebetulan Ambiga penyokong murtad Lina Joy dilantik Anwar mengetuai BERSIH ?
Juga bukan secara kebetulan, Oriental Hearts and Minds Institute (OHMSI), badan pemikir Kristian yang menjemput Nurul Izzah berforum di Gereja Tabernacle, 3 November adalah badan yang sama menyokong BERSIH.
Adakah satu kebetulan Nurul Izzah dijemput berforum bersama Malik Imtiaz, peguam pro Lina Joy dan Mujahid Yusof Rawa, tokoh PAS yang berusaha mencari pengaruh gereja ?
Malik Imtiaz, peguam pro Lina Joy menurut laporan Aliran Monthly Vol 25, 2005 adalah Pengerak utama Kumpulan Artikel 11 yang juga merupakan Pengerusi Jawatankuasa Pemandu Suruhanjaya Antara Agama-agama (IFC).
Sebelum ini, Malik Imtiaz peguam kes murtad kepada Subashini Rajasingam, peguam Abdul Kahar Ahmad (ajaran sesat), pengikut Ayah Pin (ajaran sesat) dan peguam Zaid Ibrahim yang mencabar undang-undang hudud Kerajaan Kelantan.
Pada Februari 2005, Malik Imtiaz dengan kerjasama Majlis Peguam dan Malaysian Interfaith Network (MIN) dengan tajaan yayasan Kristian, Konrad Adeneur Foundation (KAF) telah menganjurkan persidangan di Hotel Equatorial, Bangi untuk menyediakan satu draf ‘tuntutan’ IFC.
Draf tuntutan IFC seperti dilaporkan ACCIN mengandungi 14 perkara :
1-Anak yang dilahirkan oleh ibu bapa Islam tidak seharusnya secara terus menjadi orang Islam.
2-Orang bukan Islam yang memeluk Islam hendaklah diberi kebebasan keluar dari Islam tanpa dikenakan tindakan undang-undang.
3-Kes orang Islam yang keluar dari agamanya hendaklah dikendalikan oleh mahkamah sivil.
4-Perkataan Islam tidak perlu dicatatkan dalam mykad seorang muslim.
5-Orang bukan Islam tidak perlu dikehendaki memeluk agama Islam sekiranya ingin berkahwin dengan orang Islam. Orang Islam hendaklah dibenarkan keluar daripada Islam (murtad) sekiranya ingin berkahwin dengan orang bukan Islam tanpa boleh dikenakan apa-apa tindakan undang-undang.
6-Seseorang atau pasangan suami isteri yang menukar agamanya dengan memeluk agama Islam tidak patut diberikan hak jagaan anak.
7- Orang-orang bukan Islam yang mempunyai hubungan kekeluargaan dengan seseorang yang memeluk Islam hendaklah diberi hak menuntut harta pusakanya selepas kematiannya.
8- Kerajaan hendaklah menyediakan dana yang mencukupi untuk membina dan menyelenggara rumah-rumah ibadah orang bukan Islam sebagimana kerajaan menyediakan dana yang serupa untuk masjid.
9- Orang-orang bukan Islam hendaklah dibenarkan dan tidak boleh dihalang daripada menggunakan perkataan-perkataan suci Islam dalam percakapan dan sebagainya.
10-Bible dalam bahasa Malaysia dan Bahasa Indonesia sepatutnya dibenarkan untuk diedarkan kepada umum secara terbuka.
11- Pelajaran agama bukan Islam untuk penganut agama itu hendaklah diajar disemua sekolah.
12- Program-program berunsur Islam dalam bahasa ibunda sesuatu kaum hendaklah ditiadakan. Program dakwah agama lain selain Islam pula hendaklah dibenarkan untuk disiarkan dalam bahas ibunda masing-masing.
13- Orang-orang Islam yang membayar zakat tidak sepatutnya dikecualikan daripada membayar cukai pendapatan dan wang hasil zakat sepatutnya digunakan juga untuk keperluan orang-orang bukan Islam.
14- Sepatutnya Islam tidak disebut sebagai pilihan pertama masyarakat Malaysia seperti dalam soal pakaian menutup aurat kepada pelajar sekolah.
Yayasan Kristian KAF juga merupakan penaja badan pemikir Anwar Ibrahim, Institut Kajian Dasar (IKD) yang juga merupakan anggota MIN penganjur IFC.
Sebab itu, tidak menghairankan apabila Anwar pernah dilaporkan berkata, “Saya telah katakan secara terbuka. Terima IFC,” katanya kepada Aliran Monthly, pada 5 Jun 2007.

Pesanan Ikhlas

Media Ratu Naga di Youtube